Cara Menghitung Gaji Bersih (Take Home Pay) dan PPh 21
Panduan menghitung gaji bersih dari gaji kotor: potongan BPJS, biaya jabatan, PTKP, dan tarif PPh 21 progresif, lengkap dengan contoh perhitungan.
Angka yang tertulis di surat penawaran kerja hampir tidak pernah sama dengan angka yang masuk ke rekening Anda. Selisihnya berasal dari dua hal: iuran jaminan sosial dan pajak penghasilan.
Artikel ini menjelaskan urutan perhitungannya, supaya Anda bisa memperkirakan take home pay sebelum menerima tawaran — atau memeriksa apakah slip gaji Anda sudah benar.
Artikel ini bersifat edukatif dan bukan nasihat perpajakan. Untuk keputusan pelaporan pajak, rujuk ketentuan resmi DJP atau konsultan pajak.
Urutan perhitungan
Perhitungan gaji bersih untuk pegawai tetap mengikuti enam langkah:
- Hitung penghasilan bruto setahun.
- Kurangi biaya jabatan (5%, maksimal Rp6.000.000 setahun).
- Kurangi iuran JHT dan Jaminan Pensiun yang dibayar pekerja.
- Kurangi PTKP sesuai status keluarga → hasilnya Penghasilan Kena Pajak.
- Kalikan dengan tarif progresif PPh 21.
- Kurangi gaji kotor dengan iuran BPJS pekerja + PPh 21 → take home pay.
Langkah 1–3: potongan BPJS yang ditanggung pekerja
Dari sisi karyawan, potongan rutinnya:
| Iuran | Porsi pekerja | Catatan |
|---|---|---|
| BPJS Kesehatan | 1% | Batas atas upah Rp12.000.000 |
| Jaminan Hari Tua (JHT) | 2% | Tanpa batas atas upah |
| Jaminan Pensiun (JP) | 1% | Ada batas atas upah yang ditinjau tiap tahun |
| Jaminan Kecelakaan Kerja | 0% | Sepenuhnya ditanggung perusahaan |
| Jaminan Kematian | 0% | Sepenuhnya ditanggung perusahaan |
"Batas atas upah" berarti iuran hanya dihitung sampai batas tersebut. Kalau gaji Anda Rp20 juta, iuran BPJS Kesehatan tetap dihitung dari Rp12 juta, sehingga potongannya Rp120.000 — bukan Rp200.000.
Untuk keperluan pajak, JHT dan JP boleh mengurangi penghasilan bruto, sedangkan iuran BPJS Kesehatan yang dibayar pekerja tidak.
Langkah 4: PTKP menurut status
| Status | Keterangan | PTKP setahun |
|---|---|---|
| TK/0 | Lajang, tanpa tanggungan | Rp54.000.000 |
| TK/1 | Lajang, 1 tanggungan | Rp58.500.000 |
| TK/2 | Lajang, 2 tanggungan | Rp63.000.000 |
| TK/3 | Lajang, 3 tanggungan | Rp67.500.000 |
| K/0 | Kawin, tanpa tanggungan | Rp58.500.000 |
| K/1 | Kawin, 1 tanggungan | Rp63.000.000 |
| K/2 | Kawin, 2 tanggungan | Rp67.500.000 |
| K/3 | Kawin, 3 tanggungan | Rp72.000.000 |
Tanggungan yang diakui maksimal tiga orang, yaitu anggota keluarga sedarah atau semenda dalam garis lurus yang menjadi tanggungan penuh.
Langkah 5: tarif PPh 21 progresif
Tarifnya berlapis — setiap lapisan dikenai tarifnya sendiri, bukan seluruh penghasilan dikenai tarif tertinggi.
| Lapisan Penghasilan Kena Pajak setahun | Tarif |
|---|---|
| 0 – Rp60.000.000 | 5% |
| Di atas Rp60.000.000 – Rp250.000.000 | 15% |
| Di atas Rp250.000.000 – Rp500.000.000 | 25% |
| Di atas Rp500.000.000 – Rp5.000.000.000 | 30% |
| Di atas Rp5.000.000.000 | 35% |
Catatan penting: bagi yang tidak memiliki NPWP, PPh 21 terutang dikenai tambahan 20% dari jumlah pajak yang seharusnya.
Contoh perhitungan lengkap
Andi, lajang tanpa tanggungan (TK/0), gaji pokok Rp10.000.000 per bulan, tanpa tunjangan lain.
Setahun:
Penghasilan bruto 12 x 10.000.000 = 120.000.000
Pengurang:
Biaya jabatan 5% 6.000.000 (kena batas maksimal)
JHT 2% 2.400.000
Jaminan Pensiun 1% 1.200.000
------------
Total pengurang 9.600.000
Penghasilan neto 110.400.000
PTKP (TK/0) 54.000.000
------------
Penghasilan Kena Pajak 56.400.000
PPh 21 setahun:
5% x 56.400.000 2.820.000
Take home pay per bulan:
Gaji kotor 10.000.000
Potongan:
BPJS Kesehatan 1% 100.000
JHT 2% 200.000
Jaminan Pensiun 1% 100.000
PPh 21 (2.820.000 / 12) 235.000
-----------
Total potongan 635.000
Take home pay 9.365.000
Jadi dari gaji Rp10 juta, yang diterima sekitar Rp9,37 juta — potongan totalnya sekitar 6,4%.
Untuk gaji yang lebih besar, persentase potongan naik karena sebagian penghasilan masuk lapisan tarif 15% ke atas. Anda bisa mencobanya langsung memakai kalkulator gaji bersih.
Kenapa potongan di slip gaji bisa berbeda?
Beberapa penyebab yang lazim:
- Metode pemotongan bulanan. Sejak 2024, pemotongan PPh 21 bulanan Januari–November memakai Tarif Efektif Rata-rata (TER) berdasarkan penghasilan bruto bulan tersebut, lalu Desember dipakai untuk penyetaraan dengan perhitungan setahun. Karena itu potongan bulanan bisa naik-turun, meskipun totalnya setahun tetap sama.
- Tunjangan tidak tetap. Lembur, bonus, dan THR menambah penghasilan bruto pada bulan diterimanya sehingga potongan pajak bulan itu melonjak.
- Skema pajak perusahaan. Ada perusahaan yang menanggung PPh 21 karyawan (gross-up atau ditanggung penuh), sehingga potongannya tidak muncul di slip.
- Iuran tambahan. Dana pensiun lembaga keuangan, koperasi karyawan, atau cicilan pinjaman internal.
Yang perlu dicek sebelum menerima tawaran kerja
- Apakah angka yang disebut gross atau nett? Tanyakan eksplisit; selisihnya bisa jutaan.
- Apakah BPJS didaftarkan atas upah penuh atau hanya sebagian? Praktik mendaftarkan upah lebih rendah merugikan Anda di kemudian hari.
- Berapa jumlah bulan gaji setahun? Sebagian perusahaan memberi 13 atau 14 kali gaji.
- Komponen apa saja yang tetap dan tidak tetap? Tunjangan tidak tetap tidak menjadi dasar pesangon.
Kesimpulan
Menghitung gaji bersih intinya sederhana: kurangi bruto dengan iuran pekerja, hitung pajak dari penghasilan neto setelah PTKP, lalu potong keduanya dari gaji kotor. Yang membuatnya terasa rumit hanyalah batas-batas upah dan lapisan tarif.
Kalau Anda sedang menegosiasikan tawaran, hitung dulu angka bersihnya sebelum menyebut ekspektasi — dan pastikan CV Anda sudah lolos penyaringan ATS sebelum sampai ke tahap negosiasi.
Alat gratis yang berkaitan
Pertanyaan yang sering diajukan
- Apa bedanya gaji kotor dan gaji bersih?
- Gaji kotor (gross) adalah total penghasilan sebelum potongan apa pun. Gaji bersih atau take home pay adalah jumlah yang benar-benar masuk ke rekening Anda setelah dikurangi iuran BPJS yang menjadi tanggungan pekerja dan pajak penghasilan PPh 21.
- Berapa potongan BPJS dari gaji karyawan?
- Yang dipotong dari gaji karyawan umumnya 1% untuk BPJS Kesehatan, 2% untuk Jaminan Hari Tua, dan 1% untuk Jaminan Pensiun — total sekitar 4% dari upah. Sisanya, termasuk jaminan kecelakaan kerja dan kematian, dibayar oleh perusahaan.
- Apa itu PTKP dan berapa besarnya?
- PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) adalah batas penghasilan setahun yang tidak dikenai pajak. Untuk status lajang tanpa tanggungan (TK/0) besarnya Rp54.000.000 per tahun, ditambah Rp4.500.000 untuk status kawin dan Rp4.500.000 untuk setiap tanggungan, maksimal tiga tanggungan.
- Apa itu biaya jabatan?
- Biaya jabatan adalah pengurang penghasilan bruto sebesar 5% dari penghasilan bruto, dengan batas maksimal Rp500.000 per bulan atau Rp6.000.000 per tahun. Pengurang ini berlaku otomatis untuk seluruh pegawai tetap tanpa perlu bukti pengeluaran.
Baca juga
- 30 Pertanyaan Interview Kerja dan Cara MenjawabnyaDaftar pertanyaan interview kerja yang paling sering ditanyakan HRD beserta contoh jawaban, metode STAR, dan pertanyaan yang sebaiknya Anda ajukan balik.
- Contoh CV Lamaran Kerja yang Benar + Template Gratis 2026Contoh CV lamaran kerja lengkap untuk berbagai posisi, struktur yang benar, cara menulis deskripsi diri, dan template ATS friendly yang bisa langsung dipakai.